Kamis, 09 April 2020

Kelas 8 Bab 10 Menggambar Komik


Kelas 8 Bab 10 Menggambar Komik

Komik merupakan salah satu sarana menyampaikan pesan melalui gambar. Di dalam komik, selain gambar terdapat juga dialog. Ada kesatuan utuh antara bahasa gambar dengan bahasa kata. Pada komik juga menampilkan tokoh dan karakter. Perhatikan beberapa contoh komik di bawah ini!






A. Konsep Menggambar Komik 
Komik merupakan sebuah karya seni yang memuat komposisi antara huruf dan gambar. Komik sering juga disebut dengan cerita bergambar. Komik dibuat dalam berbagai  macam  ukuran  sesuai  dengan  kebutuhan. Ada komik yang dibuat dengan cerita dalam bentuk buku tetapi ada juga yang dibuat dengan cerita pendek atau haanya selembar kertas saja. Menggambar komik memerlukan ketelitian dan ketekunan dalam membangun karakter dan tokoh dalam cerita. Seorang komikus juga dituntut terampil dalam penggunaan media dan bahan yang digunakan. Komik sering digambar di atas berbagai macam kertas dengan menggunakan pena hitam atau pensil berwarna. Ciri utama dari komik mempunyai sifat menarik perhatian mata, sehingga berbagai tokoh dan karakter dapat menarik perhatian pembaca.








Komik memiliki fungsi menyampaikan pesan secara singkat dengan menggunakan kata dan gambar. Untuk itu dalam menggambar komik ada kesatuan utuh antara gambar yang ditampilkan dengan kata yang ditulis. Pada komik kata hendaknya ditulis sesingkat mungkin tetapi memiliki pesan kuat dan jelas. Coba perhatikan beberapa komik berikut.






B. Syarat Menggambar Komik
Untuk menggambar komik dibutuhkan beberapa syarat  antara  lain kemampuan dalam menggambar dan menyusun kata­kata. Selian kemampuan tersebut, ada beberapa langkah yang harus dilalui dalam menggambar komik. Langkah­langkah itu antara lain sebagai berikut.

1.        Menentukan Topik dan Tujuan
Sebelum menggambar komik langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan tema. Penentuan tema berdasarkan pesan yang ingin disampaikan. Misalnya, tema tentang kejujuran, persahabatan, lingkungan alam semesta. Berdasarkan tema tersebut
kemudian pikirkan bentuk visualisasi­ nya dan kata yang digunakan untuk m e m p e r k u a t gambar visual ter­ sebut. Perhatikan contoh tema atau topik pada gambar komik berikut.
Pada penentuan topik dan tujuan dapat pula ditentukan tokoh dan karakter yang ingin dibuat. Pengembangan tokoh dan karakter merupakan hal penting dalam menggambar komik karena tokoh atau karakterlah yang berperan menjadi aktor dalam cerita. Menggambar komik sama saja seperti membuat cerita pendek tetapi divisualisasikan dengan kata dan gambar. Komik juga dapat dibuat berdasarkan cerita pendek yang sudah ada misalnya, cerita Timun Mas, Malin Kundang, Roro Jonggrang, Cinderella, dan jenis cerita lainnya.

2.        Membuat Kalimat Singkat dan Mudah Diingat
Komik berfungsi mengirim pesan kepada orang yang melihatnya. Untuk itu, pilih kata yang singkat tetapi berkesan disertai gambar pendukungnya agar saat membaca kata maupun kalimat pada komik orang akan senantiasa ingat terhadap pesan yang ingin disampaikan. Untuk itu buatlah kalimat yang mudah dicerna agar mudah dimengerti pembaca. Dengan kata yang mudah diingat, pesan yang ditulis oleh pembuat komik bisa tersampaikan dengan baik. Buatlah kalimat yang jelas serta menarik perhatian orang untuk melakukan membaca komik tersebut.

3.        Menggunakan Gambar
Komik selain menggunakan kata atau kalimat juga disertai dengan gambar. Penggunaan gambar sebagai salah satu penyampai pesan yang paling menarik. Proporsi penggunaan gambar dengan kata atau kalimat disesuaikan dengan kebutuhan cerita yang akan disampaikan. Penggunaan gambar dan kata dapat juga dilakukan dengan memperhatikan tokoh dan karakter yang ingin dibuat. Pada komik sebaiknya dengan menggunakan warna­warna yang mencolok sehingga mengundang perhatian orang untuk membaca narasi komik.


aya
4. Menggunakan Media yang Tepat
Penggunaan media dalam menggambar komik dapat disesuaikan dengan media yang digunakan. Jika komik tersebut berupa buku dapat merupakan satu kesatuan cerita utuh tetapi dapat pula merupakan kumpulan cerita pendek. Jika komik hanya merupakan cerita pendek dapat menggunakan hanya selember kertas. Gambar komik tergantung dari panjang atau pendeknya cerita. Saat sekarang ini penggunaan media dalam menggambar komik sangat beragam. Ada juga komik yang sudah dibuat secara digital.

Menggambar komik dapat dilakukan tidak hanya menggunakan peralatan dan bahan seperti membuat gambar atau lukisan tetapi juga dapat menggunakan alat bantu komputer. Menggambar komik dengan menggunakan alat bantu komputer memudahkan dalam berekspresi karena jika terjadi kesalahan dapat segera diganti. Hal ini berbeda jika menggambar komik masih menggunakan dengan teknik menggambar ada kesalahan sulit untuk melakukan perbaikan (revisi). Menggambar komik unsur utama yang penting adalah pesan yang
ingin disampaikan baru kemudian unsur keindahan.



C. Bahan dan Alat Menggambar Komik
Untuk membuat gambar komik dengan teknik menggambar tanpa alat bantu komputer (manual) tetap memerlukan alat dan bahan. Pada prinsipnya kebutuhan membuat komik hampir sama dengan kebutuhan menggambar atau melukis. Sebelum melakukan aktivitas menggambar perlu menyediakan peralatannya. Ada beberapa peralatan yang perlu disediakan diantaranya seperti terdapat di bawah ini.

1.     Kertas Gambar
Menggambar pada dasarnya membutuhkan kertas berwarna netral (putih, abu­abu, atau coklat) dan dapat menyerap atau mengikat bahan pewarna. Kertas gambar yang dapat digunakan dengan berbagai alat gambar misalnya kertas padalarang, HVS, kuarto, dan karton.

2.     Pensil menggambar
Pensil dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pensil dengan tanda ”H” dan ”B”. Pensil H memiliki sifat keras dan cocok digunakan untuk membuat garis yang tipis. Pensil B me­ miliki sifat lunak dan cocok digunakan untuk membuat garis tebal atau hitam pekat. Pensil  H dan pensil B dibedakan dari segi tingkat kekerasan dan kepekatan hasilnya. Pensil H dan pensil B diberi tanda angka untuk mem­ bedakan jenisnya. Untuk pensil B, makin besar angkanya makin lunak sifatnya dan makin pekat hasil goresannya. Untuk pensil H, makin besar angkanya, makin keras sifatnya dan makin tipis hasil goresannya.

3.     Pensil Warna
Pensil warna memiliki variasi warna yang banyak menghasilkan warna lembut. Peserta didik bisa menggunakan pensil warna untuk mewarnai gambar dengan cara gradasi, yaitu pemberian warna dari arah gelap berlanjut ke arah lebih terang atau sebaliknya.

4.   Penggaris
Banyak ragam dan bentuk penggaris yang digunakan pada proses pembuatan komik sesuai kebutuhan pembuat komik, antara lain penggaris mika, penggaris siku, busur, maupun penggaris mistar. Penggaris berfungsi membentuk garis yang dibutuhkan untuk membuat strip­ strip kolom pada komik.

Mengenal Tokoh
Raden Ahmad Kosasih (lahir di Bogor, Jawa Barat, 4 April 1919 – meninggal di Tangerang, Banten, 24 Juli 2012 pada umur 93 tahun) adalah seorang penulis dan penggambar komik termasyhur dari Indonesia. Generasi komik mKarya­ karyanya terutama berhubungan dengan kesusastraan Hindu (Ramayana dan Mahabharata) dan sastra tradisional Indonesia, terutama dari sastra Jawa dan Sunda. Selain itu ia juga menggambar beberapa komik silat yang memiliki pengaruh Tionghoa, namun tidak terlalu banyak. Kosasih mulai menggambar pada tahun 1953. Karyanya terutama adalah gambar sketsa­sketsa hitam­putih tanpa memakai warna. Ia mulai berhenti dan  pensiun  pada  tahun  1993.asa kini menganggapnya sebagai Bapak Komik Indonesia. ri Asih bisa dianggap adaptasi komik pahlawan super Amerika ke dalam corak Indonesia. Pada masa­masa awal perkembangan komik Indonesia, para seniman komik berusaha membuat karya yang bisa diterima oleh kalangan budayawan dan pendidik. Ketika adaptasi pahlawan super dianggap tidak mendidik dan tidak berbudaya bangsa, maka pengenalan komik wayang menjadi jawabannya. Nani Wijaya adalah seorang gadis lugu yang apabila dia mengucapkan kata sakti “Dewi Asih” maka ia akan berubah menjadi pahlawan super wanita yang bisa terbang, kebal, berkekuatan super, bisa menggandakan diri, dan memperbesar tubuhnya. Kisah­kisah Sri Asih tidak hanya berlokasi di Indonesia tetapi juga sampai ke Singapura dan Macao.
Karya karya Raden Kosasih antara lain; Sri Asih di Singapura
1.                Sri Asih di Surabaya
2.                Sri Asih vs Si Mata Seribu
3.                Sri Asih di Macao
4.                Sri Asih vs Komplotan Kawa­kawa
5.                Sri Asih vs Gerombolan
6.                Sri Asih vs Serigala Hitam
7.   Sri Asih dan Bajak Laut










Kelas 7 Bab 10 Menerapkan Ragam Hias pada Bahan Kayu

Kelas 7 Bab 10 Menerapkan Ragam Hias pada Bahan Kayu


Ragam hias selain diterapkan pada tekstil dapat dijumpai juga pada bahan kayu. Setiap etnis di Indonesia memiliki ragam hias pada kayu seperti pada kursi, tempat tidur, meja, dan benda kayu lainnya. Fungsi ragam hias tidak hanya untuk menambah keindahan atau estetika tetapi juga memiliki simbol atau makna. Perhatikan dan amati gambar-gambar ragam hias pada kayu di bawah ini


A. Penerapan Ragam Hias pada Bahan Kayu

Sejak masa lampau kayu digunakan untuk membuat perabot rumah tangga (misalnya kursi, lemari, dan peti) dan bagian bangunan (misalnya tiang, pintu, dan jendela). Banyak

perabot kayu atau bagian bangunan tersebut diberi sentuhan ragam hias. Motif hias yang digunakan berupa motif tumbuhan, binatang, figuratif, dan geometris atau gabungan dari motif-motif tersebut. Penerapan ragam hias pada bahan kayu dilakukan dengan teknik mengukir atau teknik menggambar (melukis) atau gabungan dari keduanya.

Selain digunakan sebagai hiasan, ada ragam hias pada benda-benda tersebut yang juga memiliki nilai simbolis, terkait dengan kepercayaan atau agama. Beberapa daerah di Indonesia seperti Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali, Sulawesi, dan Papua memiliki ragam hias yang khas pada bahan kayu.


B. Contoh Penerapan Ragam Hias

Ragam hias diterapkan pada permuka- an bahan kayu yang berbentuk  bidang  dua  dan tiga dimensi. Penerapan ragam hias pada bahan kayu ini dilakukan dengan menggambar atau mengukir. Penerapan ragam hias pada bahan kayu juga terdapat pada benda-benda seni kerajinan daerah seperti tameng dan topeng. Ragam hias ini dikerjakan dengan cara digambar kemudian diberi warna



Penerapan ragam hias pada bahan kayu dapat dikembangkan pada benda atau barang-barang kerajinan daerah seperti tameng dan topeng. Ragam hias dikerjakan dengan cara digambar dan diberi warna


C. Teknik Penerapan Ragam Hias pada Bahan Kayu

Penerapan ragam hias pada bahan kayu dapat dilakukan dengan cara mengukir dan menggambar (melukis) atau gabungan keduanya. Mengukir dalam hal ini adalah membentuk tonjolan dan cekungan berbentuk ragam hias tertentu pada permukaan kayu dengan menggunakan alat pahat



1. Alat untuk Mengukir Ragam Hias di Atas Bahan Kayu
Alat utama untuk mengukir adalah pahat dan pemukul
a.  Pahat
Ada dua jenis mata pahat, yaitu mata pahat mendatar dan mata pahat melengkung. Penggu- naan pahat harus disesuaikan dengan bentuk ragam hias yang akan diukir


Ada empat jenis pahat, yaitu seperti berikut
1) Pahat Kuku (Pahat Penguku)
Bentuk : Pahat ini berbentuk  lengkung  seperti  kuku manusia.
Fungsi  : Pahat penguku digunakan  untuk  mengerjakan bagian yang lengkung, melingkar, membentuk cembung, cekung, ikal, dan pecahan aris maupun pecahan cawen.

2)  Pahat Lurus (Pahat Penyilat)
Bentuk        : Pahat ini berbentuk lurus.
Fungsi         : Pahat  lurus  digunakan   untuk   mengerjakan bagian yang lurus atau rata. Pahat ini juga  dapat digunakan untuk membuat dasaran dan membuat siku-siku tepi ukiran dengan dasaran.

3)  Pahat Lengkung Setengah Bulatan (Pahat Kol)
Bentuk           : Mata pahat kol berbentuk melengkung belahan setengah bulatan.
Fungsi           : Untuk  mengerjakan  bagian-bagian  cekung yang tidak dapat dikerjakan dangan pahat kuku.

4)  Pahat Miring (Pahat Pengot)
Bentuk           : Mata pahat pengot berbentuk miring meruncing dan tajam sebelah.
Fungsi           : Untuk    membersihkan     pada     sudut     sela- sela ukiran dan meraut bagian-bagian yang diperlukan.

                                                                                                                                             

 a.  Pemukul
Alat pemukul yang digunakan dalam kegiatan mengukir umumnya terbuat dari kayu meskipun ada juga yang meng- gunakan palu besi dan batu


2. Menggambar Ragam Hias Ukiran
Bentuk kayu ada yang berupa batang dan ada juga yang berbentuk papan. Kayu banyak jenisnya. Ada kayu yang memiliki serat halus dan ada yang kasar. Mengukir kayu harus memperlihatkan alur seratnya. Sebelum kayu diukir, terlebih dahulu harus dibuatkan gambar ragam hiasnya.
Membuat torehan pada kayu dengan menggunakan ragam hias tertentu me- rupakan aktivitas dalam mengukir. Sebelum mengukir, sebaiknya kamu harus mengenal terlebih dahulu alat dan bahan serta prosedur kerjanya. Kegiatan mengukir pada bahan kayu memiliki prosedur sebagai berikut.
a.   Menyiapkan alat dan bahan menggambar ragam hias ukiran.
b.   Memilih bentuk ragam hias sebagai objek berkarya.
c.   Membuat sketsa ragam hias pada bahan kayu.
Memberikan warna pada hasil gambar

3. Melukis Ragam Hias di Atas Bahan Kayu
Kayu pada dasarnya dapat diberi warna dengan berbagai macam cat, misalnya cat minyak atau cat akrilik. Oleh karena itu, produk dari bahan kayu dapat diberi hiasan ragam hias dengan teknik melukis. Berikut adalah contoh melukis ragam hias pada produk dari bahan kayu.

a.  Menyiapkan bahan dan alat melukis (cat akrilik/ cat tembok, kuas, dan palet).
b.  Menyiapkan bahan kayu (papan kayu).
c.  Membuat rancangan gambar ragam hias pada kertas.
d.  Memindahkan gambar rancangan pada permuka- an bahan kayu.
e.  Menerapkan cat untuk menyelesaikan gambar ragam hias.
Memberikan lapisan vernis atau cat transparan pada permukaan kayu