Kamis, 09 April 2020

Kelas 7 Bab 10 Menerapkan Ragam Hias pada Bahan Kayu

Kelas 7 Bab 10 Menerapkan Ragam Hias pada Bahan Kayu


Ragam hias selain diterapkan pada tekstil dapat dijumpai juga pada bahan kayu. Setiap etnis di Indonesia memiliki ragam hias pada kayu seperti pada kursi, tempat tidur, meja, dan benda kayu lainnya. Fungsi ragam hias tidak hanya untuk menambah keindahan atau estetika tetapi juga memiliki simbol atau makna. Perhatikan dan amati gambar-gambar ragam hias pada kayu di bawah ini


A. Penerapan Ragam Hias pada Bahan Kayu

Sejak masa lampau kayu digunakan untuk membuat perabot rumah tangga (misalnya kursi, lemari, dan peti) dan bagian bangunan (misalnya tiang, pintu, dan jendela). Banyak

perabot kayu atau bagian bangunan tersebut diberi sentuhan ragam hias. Motif hias yang digunakan berupa motif tumbuhan, binatang, figuratif, dan geometris atau gabungan dari motif-motif tersebut. Penerapan ragam hias pada bahan kayu dilakukan dengan teknik mengukir atau teknik menggambar (melukis) atau gabungan dari keduanya.

Selain digunakan sebagai hiasan, ada ragam hias pada benda-benda tersebut yang juga memiliki nilai simbolis, terkait dengan kepercayaan atau agama. Beberapa daerah di Indonesia seperti Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali, Sulawesi, dan Papua memiliki ragam hias yang khas pada bahan kayu.


B. Contoh Penerapan Ragam Hias

Ragam hias diterapkan pada permuka- an bahan kayu yang berbentuk  bidang  dua  dan tiga dimensi. Penerapan ragam hias pada bahan kayu ini dilakukan dengan menggambar atau mengukir. Penerapan ragam hias pada bahan kayu juga terdapat pada benda-benda seni kerajinan daerah seperti tameng dan topeng. Ragam hias ini dikerjakan dengan cara digambar kemudian diberi warna



Penerapan ragam hias pada bahan kayu dapat dikembangkan pada benda atau barang-barang kerajinan daerah seperti tameng dan topeng. Ragam hias dikerjakan dengan cara digambar dan diberi warna


C. Teknik Penerapan Ragam Hias pada Bahan Kayu

Penerapan ragam hias pada bahan kayu dapat dilakukan dengan cara mengukir dan menggambar (melukis) atau gabungan keduanya. Mengukir dalam hal ini adalah membentuk tonjolan dan cekungan berbentuk ragam hias tertentu pada permukaan kayu dengan menggunakan alat pahat



1. Alat untuk Mengukir Ragam Hias di Atas Bahan Kayu
Alat utama untuk mengukir adalah pahat dan pemukul
a.  Pahat
Ada dua jenis mata pahat, yaitu mata pahat mendatar dan mata pahat melengkung. Penggu- naan pahat harus disesuaikan dengan bentuk ragam hias yang akan diukir


Ada empat jenis pahat, yaitu seperti berikut
1) Pahat Kuku (Pahat Penguku)
Bentuk : Pahat ini berbentuk  lengkung  seperti  kuku manusia.
Fungsi  : Pahat penguku digunakan  untuk  mengerjakan bagian yang lengkung, melingkar, membentuk cembung, cekung, ikal, dan pecahan aris maupun pecahan cawen.

2)  Pahat Lurus (Pahat Penyilat)
Bentuk        : Pahat ini berbentuk lurus.
Fungsi         : Pahat  lurus  digunakan   untuk   mengerjakan bagian yang lurus atau rata. Pahat ini juga  dapat digunakan untuk membuat dasaran dan membuat siku-siku tepi ukiran dengan dasaran.

3)  Pahat Lengkung Setengah Bulatan (Pahat Kol)
Bentuk           : Mata pahat kol berbentuk melengkung belahan setengah bulatan.
Fungsi           : Untuk  mengerjakan  bagian-bagian  cekung yang tidak dapat dikerjakan dangan pahat kuku.

4)  Pahat Miring (Pahat Pengot)
Bentuk           : Mata pahat pengot berbentuk miring meruncing dan tajam sebelah.
Fungsi           : Untuk    membersihkan     pada     sudut     sela- sela ukiran dan meraut bagian-bagian yang diperlukan.

                                                                                                                                             

 a.  Pemukul
Alat pemukul yang digunakan dalam kegiatan mengukir umumnya terbuat dari kayu meskipun ada juga yang meng- gunakan palu besi dan batu


2. Menggambar Ragam Hias Ukiran
Bentuk kayu ada yang berupa batang dan ada juga yang berbentuk papan. Kayu banyak jenisnya. Ada kayu yang memiliki serat halus dan ada yang kasar. Mengukir kayu harus memperlihatkan alur seratnya. Sebelum kayu diukir, terlebih dahulu harus dibuatkan gambar ragam hiasnya.
Membuat torehan pada kayu dengan menggunakan ragam hias tertentu me- rupakan aktivitas dalam mengukir. Sebelum mengukir, sebaiknya kamu harus mengenal terlebih dahulu alat dan bahan serta prosedur kerjanya. Kegiatan mengukir pada bahan kayu memiliki prosedur sebagai berikut.
a.   Menyiapkan alat dan bahan menggambar ragam hias ukiran.
b.   Memilih bentuk ragam hias sebagai objek berkarya.
c.   Membuat sketsa ragam hias pada bahan kayu.
Memberikan warna pada hasil gambar

3. Melukis Ragam Hias di Atas Bahan Kayu
Kayu pada dasarnya dapat diberi warna dengan berbagai macam cat, misalnya cat minyak atau cat akrilik. Oleh karena itu, produk dari bahan kayu dapat diberi hiasan ragam hias dengan teknik melukis. Berikut adalah contoh melukis ragam hias pada produk dari bahan kayu.

a.  Menyiapkan bahan dan alat melukis (cat akrilik/ cat tembok, kuas, dan palet).
b.  Menyiapkan bahan kayu (papan kayu).
c.  Membuat rancangan gambar ragam hias pada kertas.
d.  Memindahkan gambar rancangan pada permuka- an bahan kayu.
e.  Menerapkan cat untuk menyelesaikan gambar ragam hias.
Memberikan lapisan vernis atau cat transparan pada permukaan kayu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar